MA & PARTNERS LAW FIRM


Prabowo Klaim Tempatkan Hukum, HAM, Pemberantasan Korupsi di Posisi Teratas Pada Visi-Misinya

Hukum-Pedia.com, Jakarta - Calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto mengaku telah menempatkan isu hukum, hak asasi manusia (HAM), pemberantasan korupsi, hingga perbaikan pelayanan pemerintahan di posisi teratas visi dan misinya. 

Hal itu disampaikan Prabowo dalam debat pertama Pilpres 2024 di Kantor KPU RI, Jakarta, Selasa (12/12/2023). 

"Kami menempatkan (isu) hukum, HAM, perbaikan pelayanan pemerintahan, pemberantasan korupsi, dan perlindungan terhadap semua kelompok di masyarakat, sebagai sesuatu yang sangat penting. Oleh karena itu, dalam visi-misi, kita ditaruh di paling atas.” ujar dia.

Bagaimana faktanya? 

Berdasarkan visi dan misi yang disampaikan ke Komisi Pemilihan Umum, Prabowo dan calon wakil presidennya, Gibran Rakabuming Raka, mengusung visi "Bersama Indonesia Maju, Menuju Indonesia Emas 2045" dalam kontestasi Pilpres 2024. 

Visi itu diwujudkan dengan misi bernama Asta Cita. Prabowo-Gibran juga mengusung delapan Program Hasil Terbaik Cepat, dan 17 Program Prioritas. 

Secara khusus, isu mengenai pemberantasan korupsi, perbaikan layanan, hingga soal HAM, Prabowo-Gibran menempatkannya di misi Asta Cita. 

Namun, dari delapan poin Asta Cita, hanya isu HAM yang ditempatkan Prabowo-Gibran di tempat teratas. 

"Memperkokoh ideologi Pancasila, demokrasi, dan hak asasi manusia (HAM)," demikian bunyi poin pertama dari misi Asta Cita. 

Sementara, isu hukum, pemangkasan birokrasi, dan pemberantasan korupsi baru dicantumkan Prabowo-Gibran di poin nomor tujuh. Berikut isinya: 

"Memperkuat reformasi politik, hukum, dan birokrasi, serta memperkuat pencegahan dan pemberantasan korupsi dan narkoba," bunyi poin tersebut. 

Khusus perlindungan terhadap semua kelompok dimasukkan Prabowo ke dalam poin paling terakhir.

"Memperkuat penyelarasan kehidupan yang harmonis dengan lingkungan, alam, dan budaya, serta peningkatan toleransi antarumat beragama untuk mencapai masyarakat yang adil dan makmur," bunyi poin nomor delapan. 

Berikut delapan poin Asta Cita yang diusung Prabowo-Gibran: 

1. Memperkokoh ideologi Pancasila, demokrasi, dan hak asasi manusia (HAM). 

2. Memantapkan sistem pertahanan keamanan negara dan mendorong kemandirian bangsa melalui swasembada pangan, energi, air, ekonomi kreatif, ekonomi hijau, dan ekonomi biru.

3. Meningkatkan lapangan kerja yang berkualitas, mendorong kewirausahaan, mengembangkan industri kreatif, dan melanjutkan pengembangan infrastruktur. 

4. Memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM), sains, teknologi, pendidikan, kesehatan, prestasi olahraga, kesetaraan gender, serta penguatan peran perempuan, pemuda, dan penyandang disabilitas. 

5. Melanjutkan hilirisasi dan industrialisasi untuk meningkatkan nilai tambah di dalam negeri.

6. Membangun dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan.

7. Memperkuat reformasi politik, hukum, dan birokrasi, serta memperkuat pencegahan dan pemberantasan korupsi dan narkoba. 

8. Memperkuat penyelarasan kehidupan yang harmonis dengan lingkungan, alam, dan budaya, serta peningkatan toleransi antarumat beragama untuk mencapai masyarakat yang adil dan makmur.

(Red/hukumpedianews/YH)


Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url