Ramadhan Lecture Series dengan tema “ Berkah Literasi : Mengasah Ketajaman Pena Dalam Penulisan Ilmiah di Bidang Hukum
Pamulang, Hukum-PediaNews - Acara Ramadhan Lecture Series dengan tema “ Berkah Literasi : Mengasah
Ketajaman Pena Dalam Penulisan Ilmiah ini dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor
IV Bidang Kerjasama, Riset, dan Inovasi, Prof. Dr. Oksidelfa Yanto, S.H., M.H.,
didampingi oleh Ketua LPPM, Dr. Susanto, S.H., M.M., M.H., Ketua LKK, Dr. H.
Sopyan Hadi, S.Pd.I., M.Ag. Diskusi yang dipandu oleh Nurdiyana, S.Pd., M.H.
ini menghadirkan dua pakar sebagai narasumber utama. Materi pertama disampaikan oleh Mohamad
Fandrian Adhistianto, S.H., M.H. dengan tema "Persiapan Pra-Penulisan
Naskah". Selanjutnya, Dr. H. Muhamad Rezky Pahlawan MP, S.H., M.H.
memaparkan materi "Konstruksi Strategi Publikasi Artikel Ilmiah:
Kolaborasi, Sinergi, dan Altruistik" guna mempertajam kemampuan menulis
civitas akademika. Kegiatan ini dilaksanakan mulai tanggal 23 Februari–7 Maret
2026 dengan mengusung tema inspiratif: "Berkah Literasi: Mengasah
Ketajaman Pena dalam Penulisan Ilmiah Di Bidang Hukum".
Literasi bukan sekadar kemampuan membaca dan menulis, melainkan fondasi intelektual dalam membangun tradisi akademik yang kuat. Di bidang hukum, literasi menjadi instrumen utama dalam mengasah ketajaman analisis, argumentasi, serta kemampuan menyusun gagasan secara sistematis dan berbasis data. Dosen hukum didorong untuk meningkatkan kualitas penulisan ilmiah sebagai wujud kontribusi terhadap pengembangan ilmu dan penegakan keadilan.
Wakil Rektor IV Bidang Kerjasama Bapak Prof Oksi Delfa Yanto, S.H., M.H Menjelaskan dalam konteks akademik, penulisan ilmiah hukum tidak hanya menuntut pemahaman terhadap peraturan perundang-undangan, tetapi juga kemampuan mengkaji norma secara kritis, membandingkan putusan, serta menganalisis implikasi yuridis suatu kebijakan. Ketajaman pena dalam karya ilmiah menjadi cerminan kedalaman berpikir dan integritas akademik seorang mahasiswa hukum.
Sejumlah dosen menilai bahwa budaya literasi di kalangan mahasiswa perlu
terus diperkuat, terutama dalam membaca jurnal bereputasi, menelaah putusan
pengadilan, serta mengkaji teori-teori hukum klasik maupun kontemporer. Tradisi
membaca yang kuat akan melahirkan tulisan yang argumentatif, sistematis, dan
berbasis referensi ilmiah.
Dalam Sambutannya, Ketua LPPM Universitas Pamulang Bapak Dr. Susanto, S.H.,
S.M., M.M., M.H., M.A.P Menjelaskan“Dosen hukum harus mampu menulis bukan hanya
deskriptif, tetapi juga analitis dan solutif. Tulisan ilmiah adalah latihan
berpikir kritis dan sarana memperjuangkan gagasan berbasis hukum,”
Dalam rangka mengisi bulan suci Ramadhan dengan kegiatan akademik yang produktif, LPPM dan LPSDM Universitas Pamulang menggelar acara "Ramadhan Lecture Series".
Dalam materinya bapak Mohamad Fandrian Adhistianto, S.H., M.H Gerakan literasi di bidang hukum juga sejalan
dengan tuntutan era digital. Akses terhadap jurnal elektronik, database
peraturan, dan putusan pengadilan kini semakin terbuka. Namun, kemudahan akses
tersebut harus diimbangi dengan kemampuan literasi digital agar mahasiswa mampu
memilah sumber yang kredibel dan menghindari plagiarisme.
Dalam materinya Bapak Dr. H. Muhamad Rezky Pahlawan MP, S.H., M.H. Melalui
pelatihan penulisan karya ilmiah, workshop sitasi dan manajemen referensi,
serta pendampingan publikasi jurnal, diharapkan dosen semakin terampil dalam
menyusun artikel ilmiah yang layak terbit di jurnal nasional maupun
internasional khususnya di bidang hukum. Upaya ini bukan hanya meningkatkan
kompetensi akademik, tetapi juga memperkuat daya saing lulusan hukum di dunia
profesional.
Berkah literasi pada akhirnya bukan sekadar slogan, melainkan gerakan kolektif untuk membangun tradisi akademik yang berintegritas. Ketika mahasiswa hukum terbiasa membaca secara kritis dan menulis secara argumentatif, maka ketajaman pena mereka akan menjadi kekuatan intelektual dalam menegakkan supremasi hukum dan keadilan di tengah masyarakat. (Red/YH)