Ramadhan Lecture Series dengan tema “Berkah Literasi : Mengasah Ketajaman Pena Dalam Penulisan Ilmiah dari Gagasan Ke Publikasi dan Strategi Penulisan Sinta 2 Agar Terbit”
Pamulang, Interpolpost.com - Dalam
rangka menyemarakkan bulan suci Ramadhan dengan kegiatan akademik yang
inspiratif, diselenggarakan kegiatan Ramadhan Lecture Series bertema “Berkah
Literasi: Mengasah Ketajaman Pena dalam Penulisan Ilmiah dari Gagasan ke
Publikasi dan Strategi Penulisan SINTA 2 Agar Terbit.” Kegiatan ini menjadi
ruang reflektif sekaligus produktif bagi dosen, peneliti, dan mahasiswa untuk
memperkuat budaya literasi ilmiah di lingkungan perguruan tinggi, Selasa,
Ketua
LPPM UNPAM Bapak Dr. Susanto, S.H, S.M., S.Ak., M.M., M.H., M.A.P dalam
sambutannya berpesan Acara ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya tuntutan
publikasi ilmiah, khususnya pada jurnal bereputasi nasional terindeks SINTA
2, yang mensyaratkan kualitas substansi, kebaruan riset, ketajaman
analisis, serta kepatuhan terhadap kaidah metodologi dan etika akademik. Dalam
pemaparannya, narasumber menegaskan bahwa menulis bukan sekadar aktivitas
administratif untuk kenaikan jabatan fungsional, melainkan bentuk kontribusi
intelektual terhadap pengembangan ilmu pengetahuan dan peradaban.
Dari Gagasan ke Manuskrip Berkualitas
Sesi
pertama menekankan pentingnya proses konseptualisasi gagasan penelitian.
Peserta dibimbing untuk mengidentifikasi research gap, merumuskan state
of the art, serta menyusun kerangka teoritik yang kokoh. Disampaikan pula
bahwa ketajaman pena dalam penulisan ilmiah lahir dari kebiasaan membaca
literatur bereputasi, berpikir kritis, serta konsistensi dalam latihan menulis.
Dalam
Materinya ibu Dr. Sri Utaminingsih, S.Pd., S.H., M.M., M.Pd., M.H berpesan Dalam
konteks publikasi, narasumber menjelaskan tahapan strategis mulai dari
pemilihan jurnal yang sesuai ruang lingkupnya, pemahaman author guidelines,
hingga teknik menyusun abstrak yang ringkas namun representatif. Penekanan
khusus diberikan pada pentingnya orisinalitas naskah dan pengelolaan sitasi
yang sistematis untuk menghindari plagiarisme.
Strategi Menembus Jurnal SINTA 2
Sesi
berikutnya membahas secara teknis strategi agar artikel dapat lolos pada jurnal
terakreditasi SINTA 2. Beberapa poin penting yang disampaikan meliputi:
- Kebaruan dan kontribusi
ilmiah yang jelas
Artikel harus menunjukkan temuan yang signifikan dan relevan dengan perkembangan disiplin ilmu. - Metodologi yang kuat dan
terukur
Desain penelitian harus rasional, valid, serta mampu menjawab rumusan masalah secara komprehensif. - Analisis yang mendalam dan
argumentatif
Pembahasan tidak sekadar deskriptif, tetapi harus kritis, komparatif, dan berbasis data. - Konsistensi gaya selingkung
jurnal
Kepatuhan terhadap format, template, dan sistem referensi menjadi aspek yang sangat menentukan. - Respon terhadap reviewer
secara profesional
Revisi bukan dipandang sebagai hambatan, melainkan proses penyempurnaan kualitas naskah.
Dalam
diskusi interaktif, peserta juga memperoleh wawasan mengenai strategi membangun
kolaborasi riset, memperluas jejaring akademik, serta memanfaatkan basis data
ilmiah internasional sebagai rujukan utama.
Literasi
sebagai Amal Intelektual
Dalam
Materinya Ibu Dr. Yulita Pujilestari, S.H., M.H memberikan pesan Kegiatan ini
menegaskan bahwa literasi bukan hanya aktivitas akademik, tetapi juga bentuk
ibadah intelektual di bulan Ramadhan. Menulis ilmiah dipandang sebagai amal
jariyah keilmuan yang dampaknya dapat dirasakan lintas generasi. Dengan
semangat Ramadhan, peserta didorong untuk menjadikan momentum ini sebagai titik
tolak peningkatan produktivitas publikasi.
Ramadhan
Lecture Series
diharapkan mampu membangun ekosistem akademik yang lebih produktif, kompetitif,
dan berintegritas. Melalui penguatan kapasitas penulisan ilmiah, perguruan
tinggi diharapkan semakin berkontribusi dalam menghasilkan karya-karya
berkualitas yang terbit pada jurnal bereputasi nasional maupun internasional.
Dengan
mengusung semangat “Berkah Literasi”, kegiatan ini menjadi bukti bahwa
ketajaman pena tidak lahir secara instan, melainkan melalui proses
pembelajaran, ketekunan, dan komitmen terhadap mutu ilmiah. (Red/YH)