MA & PARTNERS LAW FIRM


Ramadhan Lecture Series dengan tema “Berkah Literasi : Mengasah Ketajaman Pena Dalam Penulisan Ilmiah dari Gagasan Ke Publikasi dan Strategi Penulisan Sinta 2 Agar Terbit”

 

Pamulang, Interpolpost.com - Dalam rangka menyemarakkan bulan suci Ramadhan dengan kegiatan akademik yang inspiratif, diselenggarakan kegiatan Ramadhan Lecture Series bertema “Berkah Literasi: Mengasah Ketajaman Pena dalam Penulisan Ilmiah dari Gagasan ke Publikasi dan Strategi Penulisan SINTA 2 Agar Terbit.” Kegiatan ini menjadi ruang reflektif sekaligus produktif bagi dosen, peneliti, dan mahasiswa untuk memperkuat budaya literasi ilmiah di lingkungan perguruan tinggi, Selasa, 24 Februari 2026.

Ketua LPPM UNPAM Bapak Dr. Susanto, S.H, S.M., S.Ak., M.M., M.H., M.A.P dalam sambutannya berpesan Acara ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya tuntutan publikasi ilmiah, khususnya pada jurnal bereputasi nasional terindeks SINTA 2, yang mensyaratkan kualitas substansi, kebaruan riset, ketajaman analisis, serta kepatuhan terhadap kaidah metodologi dan etika akademik. Dalam pemaparannya, narasumber menegaskan bahwa menulis bukan sekadar aktivitas administratif untuk kenaikan jabatan fungsional, melainkan bentuk kontribusi intelektual terhadap pengembangan ilmu pengetahuan dan peradaban.

Dari Gagasan ke Manuskrip Berkualitas

Sesi pertama menekankan pentingnya proses konseptualisasi gagasan penelitian. Peserta dibimbing untuk mengidentifikasi research gap, merumuskan state of the art, serta menyusun kerangka teoritik yang kokoh. Disampaikan pula bahwa ketajaman pena dalam penulisan ilmiah lahir dari kebiasaan membaca literatur bereputasi, berpikir kritis, serta konsistensi dalam latihan menulis.

Dalam Materinya ibu Dr. Sri Utaminingsih, S.Pd., S.H., M.M., M.Pd., M.H berpesan Dalam konteks publikasi, narasumber menjelaskan tahapan strategis mulai dari pemilihan jurnal yang sesuai ruang lingkupnya, pemahaman author guidelines, hingga teknik menyusun abstrak yang ringkas namun representatif. Penekanan khusus diberikan pada pentingnya orisinalitas naskah dan pengelolaan sitasi yang sistematis untuk menghindari plagiarisme.

Strategi Menembus Jurnal SINTA 2

Sesi berikutnya membahas secara teknis strategi agar artikel dapat lolos pada jurnal terakreditasi SINTA 2. Beberapa poin penting yang disampaikan meliputi:

  1. Kebaruan dan kontribusi ilmiah yang jelas
    Artikel harus menunjukkan temuan yang signifikan dan relevan dengan perkembangan disiplin ilmu.
  2. Metodologi yang kuat dan terukur
    Desain penelitian harus rasional, valid, serta mampu menjawab rumusan masalah secara komprehensif.
  3. Analisis yang mendalam dan argumentatif
    Pembahasan tidak sekadar deskriptif, tetapi harus kritis, komparatif, dan berbasis data.
  4. Konsistensi gaya selingkung jurnal
    Kepatuhan terhadap format, template, dan sistem referensi menjadi aspek yang sangat menentukan.
  5. Respon terhadap reviewer secara profesional
    Revisi bukan dipandang sebagai hambatan, melainkan proses penyempurnaan kualitas naskah.

Dalam diskusi interaktif, peserta juga memperoleh wawasan mengenai strategi membangun kolaborasi riset, memperluas jejaring akademik, serta memanfaatkan basis data ilmiah internasional sebagai rujukan utama.

Literasi sebagai Amal Intelektual

Dalam Materinya Ibu Dr. Yulita Pujilestari, S.H., M.H memberikan pesan Kegiatan ini menegaskan bahwa literasi bukan hanya aktivitas akademik, tetapi juga bentuk ibadah intelektual di bulan Ramadhan. Menulis ilmiah dipandang sebagai amal jariyah keilmuan yang dampaknya dapat dirasakan lintas generasi. Dengan semangat Ramadhan, peserta didorong untuk menjadikan momentum ini sebagai titik tolak peningkatan produktivitas publikasi.

Ramadhan Lecture Series diharapkan mampu membangun ekosistem akademik yang lebih produktif, kompetitif, dan berintegritas. Melalui penguatan kapasitas penulisan ilmiah, perguruan tinggi diharapkan semakin berkontribusi dalam menghasilkan karya-karya berkualitas yang terbit pada jurnal bereputasi nasional maupun internasional.

Dengan mengusung semangat “Berkah Literasi”, kegiatan ini menjadi bukti bahwa ketajaman pena tidak lahir secara instan, melainkan melalui proses pembelajaran, ketekunan, dan komitmen terhadap mutu ilmiah. (Red/YH)

Previous Post