Tangerang Selatan, HukumPediaNews - Komisi Pelayanan Usia Indah (KUIN) Gereja AMIN Jemaat Tangerang Raya sukses menyelenggarakan Seminar bertajuk "Bahagia Tanpa Batas" pada Sabtu, 25 Juli 2026 bertempat di Gedung Gereja AMIN Jemaat Tangerang Raya. Kegiatan ini diikuti oleh puluhan peserta dari kalangan usia lanjut, majelis jemaat, dan warga gereja dengan penuh antusias sebagai bagian dari pelayanan gereja dalam meningkatkan kualitas hidup, kesehatan, dan kerohanian jemaat usia indah.
Diawali sejak pagi hari, seluruh peserta mengikuti registrasi yang dilanjutkan dengan pemeriksaan kesehatan gratis, meliputi pemeriksaan tekanan darah (tensi), kadar kolesterol, asam urat, dan gula darah. Pemeriksaan kesehatan ini menjadi bentuk nyata kepedulian gereja terhadap kondisi fisik para peserta sebelum mengikuti rangkaian seminar.
Ketua Panitia Pelaksana, SNK. Ir. Alinur Zebua, M.M., dalam laporannya menyampaikan rasa syukur kepada Tuhan atas terselenggaranya seminar ini. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia, majelis jemaat, para donatur, tenaga kesehatan, serta seluruh peserta yang telah mendukung sehingga kegiatan dapat terlaksana dengan baik. Menurutnya, seminar ini diharapkan menjadi sarana untuk membangun semangat hidup yang sehat, bahagia, dan tetap produktif di usia lanjut.
Materi Seminar: "Bahagia Tanpa Batas"
Dalam pemaparannya, GI. Muliani Gulo, MA., M.Th. menjelaskan bahwa kebahagiaan sejati tidak ditentukan oleh usia, keadaan ekonomi, maupun kondisi fisik seseorang. Kebahagiaan yang sesungguhnya berasal dari hubungan yang erat dengan Tuhan, rasa syukur, serta kemampuan menerima setiap musim kehidupan sebagai bagian dari rencana Allah.
Beliau menekankan bahwa memasuki usia lanjut bukan berarti kehilangan makna hidup. Sebaliknya, masa usia indah merupakan kesempatan untuk semakin dekat kepada Tuhan, memperkuat kehidupan doa, membangun relasi yang harmonis dengan keluarga, serta menjadi sumber inspirasi bagi anak-anak dan cucu.
Beberapa pokok materi yang disampaikan antara lain:
- Bersyukur dalam segala keadaan sebagai kunci hidup yang damai.
- Menjaga kesehatan jasmani sebagai bagian dari tanggung jawab iman.
- Mengelola pikiran positif dan menghindari rasa kesepian.
- Tetap aktif melayani sesuai kemampuan.
- Memelihara hubungan yang baik dengan keluarga dan sesama.
- Menjadikan Firman Tuhan sebagai sumber sukacita yang tidak pernah habis.
Moderator SNK. Yustinus Hura, S.Th., S.H., M.H., memandu jalannya seminar dengan komunikatif dan interaktif sehingga peserta dapat mengikuti materi dengan mudah. Berbagai pengalaman hidup peserta juga menjadi bagian dari diskusi yang memperkaya pemahaman mengenai bagaimana menjalani masa usia lanjut dengan penuh sukacita dan pengharapan.
Setelah sesi penyampaian materi selesai, seluruh peserta menikmati makan siang bersama dalam suasana penuh keakraban. Kebersamaan ini menjadi momentum mempererat tali persaudaraan antarjemaat.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab. Para peserta secara aktif mengajukan berbagai pertanyaan seputar kesehatan mental, kehidupan rohani, relasi keluarga, hingga cara mempertahankan semangat hidup di usia lanjut. Seluruh pertanyaan dijawab dengan bijaksana oleh pembicara berdasarkan Firman Tuhan dan pengalaman pelayanan.
Selanjutnya Ketua BPHMJ II, SNK. Desman Berkati Larosa, M.Th., menyampaikan kata penutup sekaligus memimpin Doa Penutup. Beliau mengajak seluruh peserta untuk mengimplementasikan setiap materi yang telah diterima sehingga kebahagiaan yang berasal dari Tuhan benar-benar dapat dirasakan dalam kehidupan sehari-hari.
Seminar "Bahagia Tanpa Batas" menjadi bukti nyata komitmen Komisi Pelayanan Usia Indah (KUIN) Gereja AMIN Jemaat Tangerang Raya dalam menghadirkan pelayanan yang holistik, tidak hanya memperhatikan pertumbuhan iman, tetapi juga kesehatan, kesejahteraan, dan kualitas hidup jemaat usia indah. Melalui kegiatan ini diharapkan setiap peserta semakin menyadari bahwa usia bukanlah batas untuk tetap berkarya, melayani, dan menikmati sukacita bersama Tuhan.
"Bahagia sejati bukan karena panjangnya usia, melainkan karena hidup yang terus dipenuhi kasih, syukur, pengharapan, dan penyertaan Tuhan."
Kegiatan diakhiri dengan foto bersama sebagai dokumentasi kebersamaan seluruh peserta, panitia, pembicara, moderator, dan majelis jemaat sebelum seluruh rangkaian seminar resmi ditutup. (Red/YH).
