Berkah Literasi : Mengasah Ketajaman Pena Dalam Penulisan Ilmiah Dengan Tema Publikasi Menuju Lektor Kepala dan Strategi Meningkatkan Kualitas Penulisan dan Penerbitan Artikel Jurnal Ilmiah
Tangerang Selatan, Hukum-PediaNews - Dalam upaya memperkuat budaya akademik
dan meningkatkan produktivitas publikasi ilmiah dosen, sebuah kegiatan bertajuk
“Berkah Literasi: Mengasah Ketajaman
Pena dalam Penulisan Ilmiah” sukses diselenggarakan
dengan mengangkat tema Publikasi Menuju Lektor Kepala dan Strategi
Meningkatkan Kualitas Penulisan dan Penerbitan Artikel Jurnal Ilmiah.
Kegiatan ini menjadi ruang reflektif sekaligus strategis bagi para akademisi
untuk memperdalam pemahaman mengenai standar publikasi bereputasi dan strategi
percepatan jenjang jabatan fungsional. Sabtu,
Acara yang dihadiri oleh dosen, peneliti, dan mahasiswa ini menegaskan bahwa publikasi ilmiah bukan sekadar kewajiban administratif dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi, tetapi merupakan wujud kontribusi intelektual terhadap pengembangan ilmu pengetahuan. Dalam konteks kenaikan jabatan akademik, khususnya menuju Lektor Kepala, kualitas dan konsistensi publikasi menjadi indikator utama yang dinilai berdasarkan regulasi yang ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi melalui sistem penilaian angka kredit dosen.
Ketua LPPM Universitas Pamulang, Bapak Dr Susanto, S.H., S.M., S.Ak., M.M., M.H., M.A.P menekankan bahwa salah satu tantangan terbesar dalam publikasi ilmiah adalah menemukan research gap yang jelas dan relevan. Artikel yang baik bukan hanya menyajikan data, tetapi juga menunjukkan kebaruan (novelty), kontribusi teoritis maupun praktis, serta metodologi yang kuat. Selain itu, pemahaman terhadap indeksasi jurnal nasional seperti Science and Technology Index (SINTA) dan basis data internasional menjadi penting dalam menentukan target publikasi yang sesuai dengan capaian jabatan fungsional.
Ibu Euis Nessia Fitri, S.Pd., M.Ak., M.Pd dalam materinya menekankan bahwa salah satu tantangan mendasar dalam publikasi ilmiah adalah membangun kebaruan (novelty) dan menemukan research gap yang signifikan. Artikel ilmiah yang berkualitas tidak hanya menyajikan hasil penelitian, tetapi juga harus menunjukkan kontribusi konseptual, metodologis, atau praktis terhadap pengembangan disiplin ilmu. Oleh karena itu, proses penulisan perlu diawali dengan kajian literatur yang komprehensif, analisis tren penelitian terkini, serta identifikasi permasalahan yang belum terjawab secara memadai.
Dalam sesi pemaparan, peserta diberikan strategi sistematis mulai dari perencanaan penelitian, penulisan abstrak yang kuat, penyusunan kerangka artikel berbasis IMRAD (Introduction, Methods, Results, and Discussion), hingga teknik memilih jurnal yang tepat. Narasumber juga menyoroti pentingnya etika publikasi, penghindaran plagiarisme, serta pemanfaatan perangkat manajemen referensi untuk meningkatkan kualitas sitasi dan konsistensi penulisan.
Ibu Silvia Sari, S.P., M.Ak., M.Si dalam materinya menekankan bahwa
peningkatan kualitas publikasi tidak dapat dilakukan secara instan. Diperlukan
ekosistem akademik yang mendukung, seperti klinik penulisan, forum diskusi
riset, kolaborasi lintas disiplin, serta pendampingan intensif bagi dosen yang
sedang mempersiapkan pengajuan Lektor Kepala. Dengan strategi yang terarah,
publikasi ilmiah dapat menjadi budaya kolektif, bukan sekadar tuntutan
administratif.
Antusiasme peserta terlihat dari diskusi interaktif yang membahas berbagai
kendala teknis, seperti desk rejection, revisi dari reviewer, hingga
strategi meningkatkan peluang diterima di jurnal bereputasi. Narasumber
memberikan motivasi bahwa proses revisi merupakan bagian dari penyempurnaan
karya ilmiah, bukan bentuk kegagalan.
Melalui kegiatan “Berkah Literasi” ini, diharapkan para dosen semakin termotivasi untuk mengasah ketajaman pena, memperkuat kontribusi ilmiah, dan meningkatkan daya saing institusi melalui publikasi berkualitas. Semangat literasi yang terus diasah diyakini akan menjadi fondasi kokoh dalam mewujudkan perguruan tinggi yang unggul, produktif, dan bereputasi baik di tingkat nasional maupun internasional. (Red/YH)